Sesudah sibuk mempersiapkan & merayakan Ultahnya Kalisha, weekend ini kita ke Bogor sebab hari sabtu mau nengokin bakal calon rumah (baru di DP tinggal pelunasannya aja nih) dan minggunya makan siang di “De’leuit” merayakan ulang tahun perkawinan orang tua istriku.
Sabtu siang kita berangkat ke tempat calon rumahku di “sensor” (maaf masih belum bisa dipublish, soalnya belum lunas hehehe…).
Sampai disana ternyata sesuai janji dengan yang jual sedang dirapih-rapihin lagi biar makin mantaf.
Kita ngobrol-ngobrol di dalam rumah sambil nyobain kalau siang terik seperti ini bagaimana suhu di dalam, ternyata adem juga dan sirkulasi udaranya terasa, trus kita foto-foto kondisi dalam dan luar rumah. Sempet kenalan juga sama tetangga sebelah rumah, yang ternyata enak di ajak ngobrol dan sempat minum & ngobrol-ngobrol di rumahnya.
Calon Rumahku ini letaknya di dalam komplek perumahan tetapi tidak termasuk dalam komplek perumahan tersebut. Hehehe…. pasti bingungkan..? Begini maksudnya, rumahku itu berdiri di atas lahan yang berbentuk cluster tersendiri yang baru ada 3 rumah tapi masih tersisa tanah kosong untuk beberapa rumah yang akan di bangun. Akses ke cluster rumahku lewat jalan Bulevard komplek tersebut jadi bener-bener sip deh dan didepan cluster rumahku sedang dibangun mesjid raya komplek tersebut.
Proses untuk mendapatkan rumah ini benar-benar unik, pertama kali mendapat info rumah ini kita sedang mengumpulkan info-info semua rumah (bekas/baru) dari internet lewat “Mbah Google”. Dan ada suatu blog yang menawarkan 2 buah rumah baru tipe minimalis. Dan pernah aku bilang ke istriku “Wah kalau uang kita cukup, aku mau beli rumah ini” dan berhubung waktu itu harga rumah tersebut sepertinya sudah jauh di luar budget kita untuk membeli rumah maka hanya jadi sekadar khayalan saja.
Ketika sudah siap dana untuk membeli rumah, kita survey semua lokasi dari data-data yang sudah lolos seleksi dan suatu saat kita janjian dengan agen suatu komplek perumahan untuk melihat-lihat rumah contoh. Dari beberapa rumah contoh yang ditunjukkan ternyata dengan budget yang kita miliki hanya bisa membeli rumah dan tanah yang kecil (harga rumah sekarang ampun deh mahal bener) sedangkan yang agak legaan sudah di atas budget dan dengan kualitas bahan yang standar developer lah…
Dan memang kalau sudah jodoh ya tidak kemana-mana, dan rejeki ada saja yang mengatur. Pada saat kita bilang bahwa kita hanya punya budget sekian ke agennya, ternyata dia menawarkan apakah kita mau membeli rumah milik adiknya yang terletak di cluster tersendiri. Ketika ditunjukan rumahnya…. wah ini sih rumah yang pernah aku bilang ke istriku “Wah kalau uang kita cukup, aku mau beli rumah ini”.
Langsung saat itu lihat-lihat ke dalam melihat kondisi rumah dan bahan bangunannya yang ternyata kita merasa rumah ini cocok, dan kita buat perjanjian untuk membahas selanjutnya proses jual belinya. Insya Allah dalam waktu dekat ini cita-cita ku untuk mempunyai sebuah rumah sendiri yang kecil dan nyaman untuk keluargaku tercapai.








Rumahnya lucuuu model minimalis
Amin.
nanti selametan undang2 ya.. semoga mas anto dan keluarga bisa nyaman tinggal di rumah sendiri
Alhamdulillah, akhirnya bisa punya rumah sendiri. Biarpun penuh perjuangan tetapi puas karena hasil usaha sendiri.
Insya Allah nanti di undang buat selametan rumahnya..
salam kenal, mas rumahnya bagus lho….rumah saya masih standar. kepingin sih nyotoh modelnya…minimalis dan elegance. thanks.
Salam kenal juga mas Erwin, silahkan kalau mau mencontoh modelnya.
salam kenal, Mas rumahnya bagus lho…ingin meniru model depannya yang minimalis, boleh tau ukuran depan berapa?
Silahkan mas kalau ingin meniru model depannya. Ukuran lebar depannya 7 meter.
ikutan lomba menulis rumah impian yuk?
mas heri punya infonya ..?