Akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nanti, berlibur di Bali dengan keluargaku. Biarpun pesawatnya sempat mengalami delay selama hampir 2 jam dari jadwal keberangkatannya yang seharusnya jam 10.40 menjadi jam 12.20.
Kalisha senang sekali, sebab ini pertama kalinya dia naik pesawat terbang. Sepanjang jalan menuju bandara dan selama menunggu untuk boarding dia heboh dan sibuk membicarakan segala sesuatu tentang pesawat.
Setelah naik pesawat kalisha langsung memilih duduk dekat jendela dan dia terlihat senang sekali melihat pesawat-pesawat yang ada di airport dari balik jendela.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 1/2 jam dan pesawat mendarat dengan mulus, akhirnya sampai juga kita di BALI jam 3 waktu bali.
Setelah mengambil bagasi kemudian kita langsung ke counter taxi bandara untuk memesan taxi ke hotel tempat menginap di jalan legian kuta. Taxi bandara tidak menggunakan argo tapi tarifnya tergantung tujuan , bila kita tidak membawa barang banyak dan mau jalan sedikit ke luar bandara, kita bisa memakai taxi yang memakai argo. Tarif menggunakan taxi bandara dari bandara ke kuta Rp.50.000,-
Sesampainya di hotel langsung cek in, simpen koper di kamar dan langsung berangkat ke pantai kuta untuk melihat sunset. Tapi sebelum berangkat kita minum dulu welcome drink compliment dari hotel…..
Setelah berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit tampak lah pantai kuta dengan suara ombaknya. Kalisha langsung berlari-lari menuju air dan berhubung tidak berniat berenang, jadi aku hanya memotret saja.
Sempat juga mengambil gambar sunset di kuta, tapi berhubung berawan jadi sunsetnya jadi tidak bagus, lagi pula ngambil gambarnya pake kamera lama euy…..
Pulang dari pantai, kita jalan pulang ke hotel lewat jalan pantai kuta. Ada beberapa restoran yang viewnya langsung ke pantai dan sepertinya enak juga buat hangout disana tapi berhubung pakaian istriku yang masih basah & penuh pasir jadi kami memutuskan untuk makan di McD aja deh.
Setelah makan malam kita lanjutkan jalan memotong lewat Popies lane 1 yang tembus ke jalan legian, kemudian kita mampir ke monumen bom bali.
Hari ke Dua :
Pagi setelah selesai breakfast kita berangkat jam 9 dengan menggunakan mobil rental + di supiri sama pak ketut. Tujuan pertama kita ke Alas kedaton melihat-lihat monyet dan kelelawar besar. Di Alas kedaton ini kita akan dipandu oleh guide lokal untuk melihat-lihat dan setelah selesai, dia akan membawa kita ke toko cenderamata miliknya untuk melihat-lihat barang dagangannya.
Sesudah dari Alas Kedaton, kita menuju daerah pegunungan yaitu bedugul. Obyek wisata yang ingin kita lihat adalah danau beratan. Di danau beratan kita sempat naik speed boat keliling danau yang besar. Cuacanya dingin seperti di puncak biarpun matahari terik.
Setelah makan siang, kita melanjutkan perjalanan menuju Tanah lot untuk melihat sunset dan menonton tarian kecak (tiketnya dapat dibeli ditempat pertunjukan seharga Rp.50.000,-).
Hari ke tiga :
Hari ini kita berangkat jam 9 pagi dengan tujuan pertama ke Tanjung Benoa tepatnya di Batara Watersport (thanks to Pak Komang dari baliguide utk bookingannya). Sesampainya disana kita menyebrang ke pulau penyu untuk melihat penyu-penyu dengan menggunakan glass bottom boat, jadi ketika diperahu kita bisa memberi makan ikan-ikan dan melihat ikan-ikan berenang di bawah kapal. Di pulau penyu kalisha sempat berfoto dengan beberapa binatang yang ada disana yaitu penyu, rajawali, iguana & ular. Jangan lupa ketika pulang memberi donasi / sumbangan berapa saja yg penting iklas buat pemeliharaan hewan2 disana.
Setelah puas melihat-lihat di pulau penyu, kita kembali ke pantai untuk bermain watersport. Berhubung kalisha & istriku tidak mau main parasailing atau jetski maka diputuskan kita bermain banana boat saja. Berhubung saya sendiri ikut main & tidak mau mengambil resiko kamera basah atau jatuh ke laut maka tidak ada foto saat bermain banana boat.
Selesai bermain banana boat dan ganti baju dengan baju yang kering, kita melanjutkan ke tujuan berikutnya yaitu Garuda Wisnu Kencan (GWK). Sayang sekali proyek ini tertunda sebab kalau dilihat tempat ini kalau sudah selesai akan menjadi obyek wisata yang menarik.
Puas muter-muter di komplek GWK, kita memutuskan untuk makan siang di salah satu tempat makan yang tersedia di GWK. Sudah kenyang makan siang lalu kita melanjutkan perjalanan ke pura uluwatu yang terletak di tebing yang tinggi. Kita hanya sebentar di uluwatu karena ga tahan cuacanya euy…. panas……
The next stop is Pantai Dreamland yang konon menurut cerita, merupakan proyek resort mewah yang tertunda dari anak mantan penguasa negeri ini loooo……. siapa hayo tebak…
Sebenarnya kita mau melihat sunset di dreamland yang menurut isu yang beredar bagus banget, tapi niat ini harus di batalkan soalnya ada undangan makan malem nih dari saudara ku yang tinggal di denpasar. Soooo… kita cabut pulang ke hotel jam 4 sore.
Sampai hotel kita bersih-bersih dan langsung cabut ke denpasar, berhubung pak ketut yang biasa nyetirin kita sudah pulang jadi aku sendiri yang menyetir ke denpasar dengan modal peta yang dibawa dari jakarta. Setelah sampai di rumah saudaraku dan ngobrol-ngobrol lalu kita semua berangkat untuk makan malam yang katanya tempat makan seafood yang enak. Namanya Warung Subak tapi jangan tanya dimana yaa…. soalnya aku ga tau tepatnya di jalan apa, habis kita ke sononya konvoi jadi aku tinggal ngikutin mobil depan doang. Makanannya disini sistemnya paket seafood, di menunya sudah ada paket A,B,C,……. jadi kita tinggal milih aja mau paket apa. Dan harganya reasonable kok, ga mahal dan enak lagi. Kalau dibanding jimbaran mah soal rasa masih enak disini. Thanks Sandi & Reri untuk traktirannya
Hari ke empat :
Berhubung ini hari terakhir kita di Bali dan waktu check out jam 12 maka kita memutuskan pagi ini sekalian kita check out dari hotel. Pagi ini rencana kita mau ke ubud, melihat-lihat daerah seni di ubud terutama mau mengunjungi Museum Antonio Blanco. Di Museum ini tiket masuknya Rp.30.000 per orang dan kita dapat welcome drink sirup moca yang segar….. Koleksi lukisan Antonio Blanco banyak didominasi dengan lukisan tentang keindahan wanita yang menurut guidenya, bahwa mendiang Antonio Blanco melihat sosok wanita itu dari segi keindahan dan seninya. Sedangkan anaknya yaitu Mario Blanco kebanyakan lukisannya mengenai benda mati dan berbeda alirannya dengan Antonio Blanco sang Ayah.
Tidak kerasa kita keliling di museum sampai perut keroncongan, maka kita memutuskan untuk makan siang di Ayam Mangku Kadewatan (tadinya mau di bebek bengil), makanan disini cuma satu macam saja yaitu nasi + ayam suir+telor+orek tempe+sayur dan yang bikin enak itu adalah kacang tanah gorengnya…. Hmmm yumie… kriuk-kriuk dan kita makan berempat hanya habis Rp.63.000,-.
Dari Ubud kita langsung menuju Joger untuk beli titipan oleh-oleh baju, lalu setelah belanja di Joger kita menuju ke kerobokan sebab istriku ingin beli oleh souvenir di sebuah toko disana. Wah ternyata di bali kalau jam pulang kerja jalanannya macet juga, sama seperti di jakarta.
Berhubung jadwal keberangkatan pesawatnya jam 11 malam, maka kita transit dulu di rumah saudaraku yang di denpasar untuk mandi dan makan malam. Liburan dengan keluarga benar-benar nikmat dan penuh dengan kegembiraan serta merupakan momen yang tidak tergantikan.

















Waahhh senangnya sekeluarga ke bali..
Kalisha hebat euy kecil-kecil udah ke Bali.. Aku baru ke Bali pas umur 24 lho…. hehehe.
Btw, GWK-nya belum jadi juga toh… perasaan dari 2006 kok ya masih gitu-gitu aja bentuknya?!
oya, bawa anak umur 4 tahun berperjalanan jauh gitu repot ga mas?
pas bulan madu yaaa… ke balinya
Memang sih GWK masih begitu-gitu aja, katanya sih mau dilanjutin lagi… mungkin lagi nunggu donatur kaliii…
Justru di bawanya pas umur segitu, jadi sudah besar dan ga repot, bisa makan apa aja dan sudah bisa menikmati, kalau dibawah umur 4 tahunan malah repot…
Jadi kapan nih mau liburan ke bali sekeluarganya ?
Wahahaha, kalo gitu ya nunggu si kecil umur 4 tahun dulu deh, biar udah bisa makan sendiri..
warung subak brada di jl. astasura no 5 peguyangan, denpasar-bali
trima kasih atas kunjungannya kalau ke bali lagi ingat berkunjung lagi…thanks.